Oleh : Bintang Ramadhan Sr.

Menjadi orang baik saja tidak cukup, karena kita juga membutuhkan figur yang bisa mengubah keadaan. (Nasihin Masha : 2014)

Tanpa bermaksud meniadakan prestasi pemimpin-pemimpin sebelumnya, namun menurut hemat saya, prototipe kepemimpinan terbaik yang pernah dimiliki Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) ada pada Dr. TGH. M. Zainul Majdi (MZM) atau Tuan Guru Bajang (TGB), Gubernur 2008-2013 dan 2013-2018. Pembaca boleh setuju. Boleh juga tidak. Terlebih penilaian ini tidak merepresentasikan institusi pemberi penghargaan, selayaknya institusi yang pernah memberi penghargaan kepada MZM atau TGB atas prestasi yang ditorehkannya selama menjadi Gubernur NTB.

Kita juga tak boleh menafikan kalimat bijak yang mengatakan, setiap masa ada pemimpinnya dan setiap pemimpin ada masanya. Makna sederhana dari kalimat bijak itu adalah, setiap pemimpin punya momentumnya masing-masing. Tinggal bagaimana masing-masing memanfaatkan momentum yang disediakan zaman untuknya.

MZM atau TGB, tidak saja berhasil memanfaatkan momentum yang disediakan zaman padanya, tapi dia adalah momentum itu sendiri. MZM atau TGB adalah momentum bagi masyarakat NTB menemukan jati diri “primordialisme” ke-NTB-an. Meski pernyataan itu belum pernah terverifikasi melalui penelitian ilmiah, tapi aroma kebanggaan dan kebangkitan ber-NTB dalam sepuluh tahun terakhir ini sangat terasa di hampir semua lapisan masyarakat.

MZM atau TGB seolah mengkonfirmasikan apa yang dilansir Nasihin Masha dalam buku Perjuangan Melawan Kalah (Republika : 2014). Nasihin Masha menguraikan, jika kita mempelajari bangsa-bangsa yang bangkit dan kemudian menjadi bangsa yang maju, semua dimulai dari hadirnya seorang pemimpin. Malaysia oleh Mahathir Mohamad, Singapura (Lee Kuan Yew), Tiongkok (Deng Xiaoping), Brazil (Lula da Silva) dan Turki (Recep Tayyip Erdogan). Mereka bukan sekedar orang yang memiliki visi besar, tapi juga memiliki kepemimpinan yang kuat, manajerial yang profesional, dan keteladanan dalam banyak hal.

Memang spektrum dari tulisan Nasihin Masha itu adalah bangsa/negara. Namun inti pernyataan itu adalah bagaimana pentingnya kehadiran seorang pemimpin sebagai lokomotif perubahan masyarakat. MZM atau TGB punya potensi dan kemampuan itu. Dia tidak saja baik, tapi juga mampu mengubah keadaan masyarakatnya.

Memang, di awal menjadi Gubernur NTB periode 2008-2013, tidak mudah baginya. MZM atau TGB mengaku harus menerapkan strategi trial and error dalam upaya menerjemahkan visi dan misinya, khususnya ketika berhadapan dengan birokrasi. Maklum, sebelum menjadi Gubernur, dia adalah seorang guru, pendidik, dosen, dan da’i (pengabdian yang masih dia jalankan sampai saat ini). Setelah bersentuhan langsung dengan birokrasi dan seluruh kepentingan pembangunan, dia berkesimpulan, ternyata tidak cukup hanya pendekatan normatif untuk menggerakkan birokrasi dan stakeholder pembangunan. Tetapi harus didukung pendekatan yang langsung menyentuh kepentingan masing-masing.

Hal itu diungkapkannya saat menjadi nara sumber pada kegiatan yang diinisiasi oleh Dr. Dino Pati Jalal di Jakarta.

MZM atau TGB sempat bercanda, sewaktu pertamakali memberikan arahan kepada jajaran birokrasi di Pemprov NTB, dia megurai janji surga bagi mereka yang bekerja dengan baik dan neraka bagi yang melakukan sebaliknya. Saat pesan normatif itu disampaikan, hampir semua birokrat yang ada dihadapannya terlihat mengantuk alias tidak bersemangat. Namun dalam kesempatan berbeda, dihadapan audiens yang sama, dia menyentil rencana mutasi. Apa yang terjadi? Semua yang hadir nampak langsung bersemangat dan tidak ada yang mengantuk lagi.

Dari situlah proses kepemimpinannya dimulai. Kini, Nusa Tenggara Barat terlihat lebih maju dan berkembang dengan sangat pesat. Berbagai penghargaan dan prestasi baik tingkat nasional maupun internasional telah di raih daerah berpenduduk kurang lebih 5 (lima) juta jiwa ini. Selaku Gubernur,  MZM atau TGB juga kerap diminta menjadi narasumber dalam kegiatan bertaraf nasional maupun internasional. (Bersambung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.