Mataram – Meski pelaksanaan Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) di Kota Mataram, tinggal beberapa bulam lagi, namun Dekan Fakultas Hukum Universitas 45 Mataram, H. Mahsan SH. MH, belum melihat adanya geliat masyarakat untuk menyambut hajatan politik lima tahunan itu.

Kepada lombokpress, Selasa (9/2) malam di Mataram, mantan Anggota KPU Provinsi NTB itu mengatakan, kondisi itu berbeda ketika pelaksanaan Pilkada Langsung pertama kali dilaksanakan di kota ini tahun 2005. “Saat itu, jauh hari sebelum pelaksanaan, aroma Pilkada sudah terasa,” katanya.

Menurut Mahsan, masyarakat nampaknya terjangkiti persepsi bahwa Pilkada tidak lebih sebagai kegiatan rutinitas politik yang belum memberikan dampak secara langsung kepada mereka. Karena itu, bagi masyarakat momentum Pilkada yang paling penting adalah pada saat masuk ke bilik suara memberikan pilihan politiknya. “Sebelum dan setelah itu, nampaknya tidak penting bagi rakyat,” tandasnya. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.