Pemprov NTB Percepat Agenda Penuntasan Buta Aksara

Muktamar XII PB NW Hayati Pesan Perjuangan
January 13, 2010
Depo Pertamina Ampenan Terbakar
January 19, 2010

Pemprov NTB Percepat Agenda Penuntasan Buta Aksara

Pemerintah Provinsi NTB terus melakukan terobosan untuk menekan angka buta aksara di daerah ini. Setelah sebelumnya merangkul aparat kepolisian, kini pemda setempat merangkul kalangan perguruan tinggi.

“Universitas Mataram telah bersepakat memilih dua kecamatan di dua kabupaten yakni, Kecamatan Janapria Lombok Tengah dan Kecamatan Gunung Sari Lombok Barat,” kata Koordinator Gerakan 3A, H. Daryanto, M. Kes., di Mataram, kemarin.

Daryanto menguraikan, kerjasama itu dalam bentuk pendampingan kelompok belajar oleh mahasiswa/i yang sedang melakukan kuliah kerja nyata (KKN). Setiap kelompok akan dipandu atau didampingi oleh 2 (dua) orang mahasiswa. “Akan ada 630 kelompok yang akan dipandu,” katanya.

Pemerintah Provinsi NTB, melalui Tim Kelompok Kerja Gerakan 3A (Akino, Absano, dan Adono), berharap, kerjasama dengan pihak Universitas Mataram ini, dapat menurunkan angka penyandang buta aksara di daerah ini. Setidaknya, sebelum dihitung pada bulan Mei tahun ini, jumlah penyandang buta aksara sudah berkurang. Menurut informasi yang diperoleh pihaknya, pelepasan mahasiswa/i KKN Unram akan dilakukan pada tanggal 19 Januari 2010.

Ditambahkan, selain dengan Universitas Mataram, Tim Gerakan 3A juga telah menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi lain di daerah ini, dalam bentuk kegiatan berbeda. Dia berharap, upaya pengentasan buta aksara ini menjadi agenda setiap pihak di daerah ini. Hal ini mengingat, buta aksara menjadi salah satu indikator penting dalam menentukan peringkat Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

“Karena itu, dalam melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pendidikan warga belajar, kami melibatkan banyak pihak dari beragam unsur, seperti SKPD, Tim Sekretariat 3A, dan wartawan,” kata Daryanto.

Sementara itu, Asisten I Pemda Lombok Barat, MS. Udin, mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, telah melakukan kerjasama serupa dengan pihak Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Mataram. Kerjasama Pemkab Lobar dan IAIN Mataram dilakukan di 50 (lima puluh) desa dari 6 (enam) kecamatan. “Kerjasama ini menjadi kegiatan murni mahasiswa yang sedang melakukan KKN. Jadi, tidak ada istilah pemberian honor kepada mereka,” kata MS. Udin.

MS Udin mengaku, pihaknya masih kerap menemukan data berbeda yang disampaikan pihak-pihak yang terkait dengan itu. Sedangkan Daryanto mengatakan, sampai sejauh ini belum ada laporan terkait hasil penyelenggaraan program KF selama ini. “Yang sudah masuk baru dari Kabupaten Lombok Timur. Dan hasilnya mencapai 80 persen berhasil. Sedangkan daerah lain belum ada laporan karena belum dilaksanakan ujian kepada peserta didik,” ucap Daryanto.

Comments are closed.