Pengunjuk Rasa Tuntut SBY-Boediono Mundur

LPDS Akan Gelar Lokakarya Kode Etik Jurnalistik
January 27, 2010
Bubarkan Koperasi Bukan Pilihan Tepat
January 29, 2010

Pengunjuk Rasa Tuntut SBY-Boediono Mundur

Mataram – Gelombang unjuk rasa mengkritisi 100 hari kepemimpinan SBY-Boediono juga berlangsung di Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat. Dari pantauan Pelita, elemen mahasiswa yang melakukan aksi, Kamis (28/1) kemarin, antara lain Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram (BEm UMM), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) NTB, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) NTB, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) NTB, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) NTB, Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) NTB, Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelemat Organisasi (HMI-MPO), dan sejumlah elemen mahasiswa lainnya.

Tidak berbeda dengan aksi unjuk rasa yang berlangsung di sejumlah daerah di Indonesia pada hari yang sama, pengunjuk rasa di Kota Mataram itu juga mengusung isu terkait kegagalan program 100 hari SBY-Boediono. Pengunjuk rasa juga menuntut pasangan SBY-Boediono untuk mundur dari jabatan Presiden-Wakil Presiden RI.

Setelah melakukan long march di ruas-ruas jalan utama di Kota Mataram, para pengunjuk rasa melakukan orasi dan membanyakan pernyataan sikapnya di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi NTB. Sempat terjadi insiden saling dorong antara massa dari HMI MPO dengan aparat keamanan dari unsur kepolisian dan Pol. PP.

Insiden yang tidak berlangsung lama ini dipicu lantaran massa merasa gerah dengan tidak ada satupun anggota dewan yang menemui mereka. Setelah beberapa menit berselang, Wakil Ketua DPRD NTB, Ir. Suryadi Jaya Purnama (F-PKS) menemui pengunjuk rasa.

Suryadi Jaya Purnama menyatakan rasa simpatiknya terhadap pernyataan sikap yang dibacakan pengunjuk rasa. Bahkan Ia berpandangan, bangsa ini selalu membutuhkan momentum untuk selalu mengingatkan pemerintah. Namun demikian, Suryadi juga menambahkan, setiap manusia pasti memiliki kelemahan.

Sementara itu, dalam pernyataan sikapnya, massa yang menamakan diri Aliansi Massa Rakyat Menggugat (ALARM) NTB menuntut, tangkap para koruptor, ganyang makelar kasus, adili pengambil kebijakan Bank Century, menolak perdagangan bebas, dan turunkan harga sembako.

Massa ALARM NTB terdiri dari sejumlah elemen, diantaranya Lembaga Advokasi Rakyat untuk Demokrasi (LARD) NTB, Dewan Tani NTB, PMII Cabang Mataram, Pergerakan Indonesia, Lembaga Studi Kemanusiaan (Lensa) NTB, Studi Demokrasi dan Kemanusiaan (SDK), Persatuan Mahasiswa Desa Sukaraja (Pasiswaja), Jaringan Kaum Muda Sosial Demokrat (JKM Sosdem), dan Mataram Care Society (MCS).

Selain di Kantor DPRD NTB, beberapa elemen massa juga melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Gubernur NTB. Elemen yang melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur ini antara lain, Fron Perjuangan Rakyat NTB dan Parlemen Jalanan NTB. Disamping menggugat kinerja 100 hari kepemimpinan SBY-JK, kedua elemen massa ini juga mengkritisi kebijakan yang diambil Pemerintah Provinsi NTB dibawah kepemimpinan TGH. M. Zainul Majdi dan Badrul Munir. ***

Comments are closed.