Amsterdam/L-Press
Belum lama ini, tepatnya 11 – 19 Desember 2011, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mengirim tim yang beranggotakan 4 (empat) orang untuk menindaklanjuti surat dari International Affair, Faculty of Law, Economic, and Governance, Utrecht University. Tim ini terdiri dari, H. Lalu Syamsir (Pemerhati Good Governance/Wakil Ketua DPRD NTB), H. Lalu Anggawa Nuraksi (Kepala Bappeda Kota Mataram), Drs. H. Husni Thamrin (Kabid. Sosial Bappeda NTB), dan M. Zakiy Mubarok (LSM/Pers).

Selain memenuhi undangan pihak Utrecht University, kunjungan tim kali ini juga merupakan tindak lanjut dari gagasan atau ide yang telah dijalin sebelumnya oleh Pemerintah Provinsi NTB, Utrecht University dan Universitas Mataram. Disamping itu, kunjungan ini upaya menggagas kerjasama baru dalam rangka investasi di daerah. Tiga hal yang menjadi fokus yaitu Center of Excellence Good Governance and Public Management, Science Park of Airport, dan Inklusive Moseum.

Terkait Center Of Excelllence Good Governance And Public Management, dalam proposal yang dikirim Kepala Bappeda NTB kepada Rektor Universitas Mataram, sudah jelas tergambar berapa professional staff yang akan dikirim mewakili Pemerintah Provinsi NTB, dan berapa dari jumlah yang dikirim itu akan menjadi trampil hingga 2015 yang akan datang.

Output dari program ini dapat diukur melalui meningkatnya pelayanan publik di bidang pendidikan dan kesehatan. Itu adalah ukuran yang terkuat apakah program ini berhasil atau tidak. Tentu saja penilaian atau feedback diberikan oleh masyarakat. Intinya, apa masyarakat puas atau tidak, dengan pelayanan di bidang pendidikan dan kesehatan yang diberikan oleh professional staff tersebut.

Fungsi dari center of excellence adalah melatih professional staff tersebut dalam melahirkan kebijakan publik yang berkualitas. Dan bagi mereka yang berada di front runner akan dikirim untuk mendapatkan kesempatan pemagangan di rumah sakit-rumah sakit, panti jompo, pendidikan, dan sebagainya yang ada di Negara Belanda.

Mengenai pembiayaannya? Hal ini sudah berjalan. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) dan Universitas Mataram (Unram) sudah melakukan investasi dengan mengundang beberapa guru besar dari Universitas Utrecht dan Universitas Maasricht. Dengan biaya yang ditanggung oleh Pemprov NTB dan Unram. Dengan langkah itu, Pemprov NTB dan Unram telah menyatakan/membuktikan kepada Islamic Development Bank (IDB) dan United Nation, bahwa Pemprov NTB memiliki komitmen yang kuat di dalam melaksanakan program dimaksud. Hal ini semata-mata untuk melahirkan kualitas staf yang professional dalam mendistribusikan pelayanan publik di bidang pendidikan dan kesehatan.

Dari komitmen yang kuat itulah IDB dan United Nation akan memberikan dukungan dana terhadap program dimaksud untuk beberapa tahun sesuai yang diajukan oleh Pemprov NTB. Semua kebutuhan dana tersebut akan di handle oleh IDB.

Jadi, program ini memang tidak membangun infrastruktur, tetapi human infrastruktur (infrastruktur manusianya) atau SDM-nya.

Pematangan mengenai ide tersebut dilakukan di Utrecht University dan Maasricht University bersama Prof. dr. G.H. Addink (Guru Besar Faculty of Law, Economics and Governance – Institute of Constitusional and Administrative Law Universiteit Utrecht) dan Prof. dr. Renee Speijcken (Maastricht Graduate School of Governance – United Nations University).

Sementara itu mengenai Science Park Of Airport dan Investasi di Teluk Saleh,
hasil pembicaraan dengan pihak Uni Eropa melahirkan inspirasi atau gagasan yang terkait dengan penguatan investasi dan kerjasama public maupun privat. Kerjasama public itu dalam bentuk pendirian Scientific Park International Airport dan kedua berkaitan dengan investasi di Teluk Saleh. Berkaitan dengan dua hal ini, sekitar bulan Maret 2012 yang akan datang, pihak Uni Eropa bersama-sama dengan buyer-buyer dan investor dari Eropa untuk berkunjung langsung ke NTB untuk melihat secara langsung apa yang bisa dikembangkan. Kunjungan ini sekaligus akan membicarakan menyangkut skim pembiayaannya secara teknis, termasuk bagaiamana melakukannya, melaksanakan, sampai dengan jadwalnya.

Pembicaraan kemungkinan kerjasama ini dilakukan dengan Prof. Marc Deschamps, seorang Special Advisor to the CEO di Wallonia Foreign Trade and Investment Agency.

Sedangkan yang berkaitan dengan Inklusive Moseum, hal ini dalam rangka reinventing identity Bulan Maret 2012 akan, berada di NTB. Kita akan melakukan identifikasi situs-situs bukan hanya di Pulau Lombok tapi juga di Sumbawa.Semua situs-situs itu akan dimasukan dalam website yang ter-link dengan UNESCO sebagai strategi untuk melakukan lompatan. Mana situs-situs dimaksud diserahkan kepada front runner yang ada di daerah kemudian di komunikasikan kepada pihak UNESCO. Bagaimana potensi itu diartikulasikan dengan bahasa mereka. Terkait ini, tim berkesempatan melakukan studi banding ke beberapa tempat peninggalan bersejarah di Eropa. (M. Zakiy Mubarok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.