Mataram/Lpress –
Kepala Bidang Data dan Statistik Bappeda Provinsi NTB, Lalu Bayu Windya, mengungkapkan, pemerintah provinsi saat ini memberikan apresiasi yang positif terhadap bakat menulis yang dimiliki putra putri daerah. Apresiasi ini antara lain ditunjukan melalui komitmen pemerintah daerah yang mengalokasikan anggaran bagi para penulis yang mengalami kesulitan pembiayaan untuk mencetak karya tulisnya menjadi sebuah buku.

“Tentu penganggaran itu belum bisa dikatakan memuaskan para penulis, tetapi setidaknya langkah pemerintah daerah kali ini, pantas untuk disambut baik karena sedikitnya dapat membantu kekurangan yang ada. Apalagi kebijakan ini untuk pertamakalinya dilakukan,” kata Bayu Windya, belum lama ini.

Diungkapkan, berdasarkan usulan karya tulis yang diterima pihaknya, sudah ada ratusan judul yang masuk dengan tema beragam dan latar belakang penulis yang plural. Mulai dari akademisi, novelis, sejarahwan, dan sebagainya. “Diutamakan karya tulis dengan setting potensi di daerah ini. Melalui karya tulis yang berlatarbelakang demikian diharapkan publik dapat lebih mengenal daerahnya secara lebih luas,” ucap bayu Windya.

Lebih jauh Bayu Windya mengatakan, melalui apresiasi yang diberikan pemerintah kepada para penulis itu, sekaligus menjadi langkah bagi masyarakat untuk mulai mengimbangi kultur bertuturnya dengan budaya menulis. Kemampuan bertutur bukannya tidak penting. Hanya saja, kemampuan itu harus diimbangi dengan kemampuan menulis agar cerita yang dituturkan terdokumentasikan secara sistematis.

Secara teknis dijelaskan, minimal untuk setiap judul buku akan dicetak sebanyak 500 eksemplar. Dengan ketentuan, setengah dari jumlah buku yang dicetak itu diberikan kepada pemerintah daerah. Terkait copy right atas buku, sepenuhnya menjadi milik penulis. Dengan demikian, sekiranya di kemudian hari penulisnya bermaksud mencetak ulang karena permintaan masyarakat maka keuntungan sepenuhnya ada pada penulis.

Saat ditanya berapa insentif yang diberikan kepada masing-masing judul buku, Bayu Windya, menjawab, tergantung jumlah usulan yang diterima. Dan akan dilakukan seleksi oleh tim yang terdiri dari berbagai unsur. “Bappeda NTB mengusulkan, sebagai tahap awal ini anggaran yang disediakan sekitar Rp500 juta rupiah untuk total keseluruhan,” katanya. “Dan saya tegaskan, dana ini hanya untuk mereka yang telah memiliki draft yang siap dicetak. Bukan diperuntukan bagi mereka yang mau menulis buku,” timpalnya. (M. Zakiy Mubarok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.