Pariwisata Lombok Barat Menggeliat Lagi

Komunikasi, Selesaikan Masalah Pembangunan
January 3, 2010
Gubernur Zainul Majdi Minta Bupati Walikota Berkoordinasi
January 3, 2010

Pariwisata Lombok Barat Menggeliat Lagi

Butuh Infrastruktur Lebih Baik dan Kesadaran Ekosistem

Di bawah kepemimpinan Dr H Zaini Arony MPD, Kabupaten Lombok Barat (Lobar) bangun dari tidur panjang. Sejumlah terobosan terus dilakukan mantan Kepala Dinas Pendidikan. Pemuda, dan Olah Raga (Dikpora) Provinsi NTB, itu. Salah satunya di sektor pariwisata.

Dalam sepuluh tahun belakangan, potensi pariwisata di Kabupaten Lombok Barat seakan terlelap. Padahal, dibandingkan daerah lain di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), daerah ini sangat kaya objek wisata, khususnya yang bernuansa alam.

Zaini Arony, tak ingin kondisi itu berlangsung terlalu lama. Dengan sigap dibangkit- kannya kelelapan itu. Bersama sektor atau bidang lainnya, pariwisata tidak hanya bangkit, tapi mulai bersolek dan bergerak.

Usahanya itu tidak sia-sia. Beberapa waktu lalu, oleh sebuah majalah nasional terbitan Jakarta. Zaini Arony dianugerahi penghargaan di bidang pariwisata. Tentu penghargaan bukan tujuan utamanya, namun setidaknya, kerja kerasnya ini, telah beroleh hasil dan mendapat apresiasi pihak lain.

Kabupaten Lombok Barat memiliki banyak lokasi pariwisata. Selain Senggigi (objek wisata yang sudah mendunia), ada juga Pantai Sangab dan Pantai Elak (Lidah). Dua objek wisata yang disebut terakhir, memang belum sepopuler dua objek wisata yang disebut lebih dahulu.

Ada juga Pantai Pemalikan Agung dengan ombaknya yang panjang, Bangko-Bang-ko dengan penghasil ikannya, dan Gili Nanggu yang terkenal dengan panorama terumbu karangnya.

Pantai Sangab terletak di Desa Buwun Mas Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat. Pemandangan di pantai ini indah. Apalagi, berhadapan langsung dengan laut selatan. Pesisir pantainya dihiasi bebatuan berbentuk bulat. Dan terdapat beberapa pulau karang kecil atau masyarakat sekitar menyebut

Atol. Pantai ini bersih. Karena masyarakat Desa Buwun Mas sangat menjaga kelestarian alamnya. Namun sayangnya, infrastruktur desa ini seakan tak seimbang dengan potensinya. Jalan yang menghubungkan Kecamatan Sekotong dengan Desa Buwun Mas, cukup parah.

Kondisi itu tentu saja ironis. Sebab selain Desa Buwun Mas memiliki potensi pariwisata alternatif, desa ini merupakan daerah yang memproduksi hasil laut terbesar di Kabupaten Lombok Barat.

Kondisi jalan yang demikian itu, tentu saja sulit berharap ada insvestor yang melirik Desa Buwun Mas. Apalagi jalan menuju desa itu menan- jak dan menurun.

“Bila musim hujan, banyak warga kami terpaksa jalan kaki menempuh puluhan kilometer untuk memenuhi kebutuhan hidupnya ke Sekotong,” tutur Pak Rochidi SIP, tokoh masyarakat setempat. “Apalagi bila musim hujan, jalan teramat licin sehingga sulit untuk dilalui kendaran roda dua dan roda empat uku-run kecil sekalipun.” imbuhnya.

Di sekitar Pantai Elak terdapat bukit kecil. Dari atas bukit tersebut kita dapat menikmati keindahan Pantai Elak mulai dari lading kacang, kebun kelapa, hamparan pasir pulih dan buih-buih ombak. Di seberang Pantai Elak terdapat sebuah bukit di tengah laut.

Namun, disisi keindahan alam yang mengagumkan itu, pemandangan yang cukup memprihatinkan juga terjadi. Di sekitar Pantai Elak terdapat tumpukan karang yang sudah siap angkut. Karang-karang yang terkumpul ini, akan dijual sebagai bahan pembuat kapur.

Bila hal ini terjadi terus menerus dan tidak dicegah, maka terumbu karang yang ada di pantai akan rusak. Padahal, selain memiliki daya tarik tersendiri, terumbu karang merupakan rumah ikan. Kemana daya tarik itu, dan dimana ikan-ikan akan berlindung, jika terumbu karang rusak dan habis!.

M Zakiy Mubarok

Comments are closed.