Mataram/LPress –

Dalam rangka mempercepat kemampuan membaca dan menulis bagi masyarakat penderita buta aksara, Pemerintah Provinsi NTB, melalui Gerakan 3A (Akino, Absano, Adono), menerapkan metode ACM. Metode ini diadopsi dari Muhajir Consultan Management. Selain diharapkan peserta didik dapat cepat membaca, metode ini diyakini memiliki ‘resep’ anti lupa.

“Langkah penerapan metode itu sesuai dengan persetujuan dan arahan Gubernur NTB,” kata H. Soedaryanto, SKM., SE., MA, Koordinator Gerakan 3A, saat menggelar rapat koordinasi di Kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Provinsi NTB, belum lama ini.

Dijelaskan Soedaryanto, melalu metode ACM, seseorang mampu membaca ayat-ayat dalam Al Qur’an dalam waktu 200 menit. Sedangkan untuk membaca huruf latin, melalui metode ini, seseorang dapat membaca dengan lancar, dan dijamin anti lupa, dalam waktu 14 jam.

Sebagai tindaklanjut dari rencana penerapan metode ACM dimaksud, pihaknya telah mengadakan pelatihan tutor yang diikuti perwakilan dari 5 (lima) desa binaan Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Sabtu (13/3) di Ruang Falmboyan Kantor Bappeda Provinsi NTB. “Sesuai rencana, kegiatan ini akan dilaksanakan selama dua hari,” ucap Soedaryanto kepada sejumlah insan pers di Mataram.

Ditandaskan, pasca mengikuti pelatihan kali ini, mereka (calon tutor) akan langsung turun ke lapangan Senin (15/3) di desa-desa yang sudah ditentukan sebelumnya, selama sepekan. “Untuk setiap desa masing-masing ada dua tutor,” ucap Soedaryanto yang juga Kepala BPMPD Provinsi NTB, itu. (M. Zakiy Mubarok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.