Komunikasi, Selesaikan Masalah Pembangunan

Pariwisata Lombok Barat Menggeliat Lagi
January 3, 2010

Komunikasi, Selesaikan Masalah Pembangunan

Lobar, Pelita
Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Provinsi NTB, H Ahmad Baharudin, menyatakan, segala permasalahan pembangunan dapat dicarikan jalan keluar, atau diselesaikan, melalui komunikasi yang efektif.

Hal itu dinyatakannya dalam kegiatan dialog yang digelar Pesantren Komunikasi di Dusun Bermi Desa Babussalam Kabupaten Lombok Barat, Minggu (4/10).

Menurut Baharudin, komunikasi seringkali tidak efektif karena salah satu pihak hanya mau didengar saja, tanpa mau mendengar informasi dari pihak lain. Namun ditegaskan, pihaknya akan senantiasa memperhatikan serapan aspirasi yang dikomuni kasikan masyarakat kepada pemerintah.

Setiap serapan infomasi dan partisipasi masyarakat dijadikan titik pijak pemerintah daerah. Salah satunya aspirasi yang disampaikan masyarakat melalui media massa, tandas Baharudin.

Sementara itu, sebelum membuka kegiatan secara resmi, Kepala Bappeda Provinsi NTB, Rosiady Sayuti, mengatakan, program pembangunan hanya akan terlaksana dengan baik, jika didukung oleh masyarakat secara keseluruhan. Terlebih inti dari pembangunan adalah masyarakat, tandasnya.

Karena itu, dia menambahkan, sekecil apapun partisipasi yang telah dilakukan oleh masyarakat untuk mendukung pembangunan, akan selalu diapresiasi oleh pemerintah secara proposional.

Sesuai dengan tema dialog, Rosiady berharap tidak terjadi distorsi informasi pemerintah, dari dan ke masyarakat. Terlebih saat ini teknologi informasi dan komunikasi sudah sangat canggih.

Dalam kegiatan dialog tersebut, tampil sebagai nara sumber antara lain, M Iqbal Muhtarom (Wartawan Majalah Tempo), M Zakiy Mubarok (Direktur Good Governance Institute/Wartawan Harian Pelita), dan Fitratunissa (Praktisi Humas).

Dalam paparannya, Iqbal Muhtarom mengungkapkan, di era informasi dan komunikasi saat ini setiap orang memiliki hak yang sama dalam menyuarakan kepentingannya. Namun demikian, hal itu hendaknya tetap dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat secara umum.

Dalam melakukan tugas reportase, wartawan juga dibekali sikap untuk menulis atau mengungkap fakta yang sebenarnya. Kalau memang benar, kita tulis benar. Kalau salah, kita akan ungkap kesalahan. Hal ini agar masyarakat mendapat informasi yang objektif, ucapnya.

Sementara itu, Zakiy Mubarok menguraikan, dalam proses transfer informasi, komunikasi antar sesama hendaknya didasari oleh kejujuran dan objektivitas. Hal ini guna menghindari terjadinya distorsi informasi yang disampaikan antar dua orang atau lebih. Ia juga mengatakan, jika seseorang memperoleh informasi dari pihak lain, maka hendaknya dilakukan proses konfirmasi terkait kebenaran informasi dimaksud.

Sedangkan Fitratunissa, menekankan pentingnya masyarakat menyiapkan langkah antisipasi terhadap kemungkinan negatif akibat dari kemajuan teknologi dan informasi. (ck-201)

http://www.hupelita.com/baca.php?id=80252

Comments are closed.