Mataram/LPress –

Mengulas setahun masa kepemimpinan TGH. M. Zainul Majdi, MA., sebagai Gubernur NTB, dirasakan tidak cukup hanya melalui sebuah buku kecil dan tipis. Hal ini mengingat keterbatasan ruang dan halaman yang ada. Namun demikian, oleh penulis Buku ‘NTB Ber-Saing, Catatan Setahun Kepemimpinan TGH. M. Zainul Majdi, MA.,’ pembaca cukup memperoleh informasi tentang kiprah yang telah dilakukan Gubernur Termuda di Indonesia itu.

Demikian antara lain pokok-pokok pikiran yang mengemuka dalam Acara Bedah Buku ‘NTB Ber-Saing, Catatan Setahun Kepemimpinan TGH. M. Zainul Majdi, MA.,’ karya M. Zakiy Mubarok di Sekretariat HMI Cabang Mataram, Selasa (16/3) lalu.

Dalam acara yang dihadiri sejumlah elemen Organisasi Kepemudaan di Mataram itu, tampil sebagai pembedah Dosen IAIN Mataram, Dr. Kadri (Pakar Komunikasi Politik) dan Aktivis Pemuda, Mujadid Muhas, MSi.

Dalam paparannya, Mujaddid Muhas mengatakan, syarat sebuah buku setidaknya ada dua yakni, pertama, tidak mencontek (plagiat). Kalau pun mencontek harus ada sumber-sumber yang disebutkan. Kedua, sebuah buku harus mempunyai lisensi.

Dalam pandangan alumni pasca sarjanan Universitas Gajah Mada itu, buku ‘NTB Ber-Saing Catatan Setahun Kepemimpinan TGH. M. Zainul Majdi, MA., cukup memberikan pengetahuan tentang bagaimana kiprah TGH. M. Zainul Majdi., MA, dalam masa kepemimpinannya.

Hanya saja Mujaddid memberikan catatan, dia berharap diikuti dengan implementasi dari program-program yang ditulis dalam buku tersebuti. “Bagaimana pencanangan yang telah dilakukan oleh pemerintahan hari ini bisa diimplementasikan dengan kebutuhan masyarakat,” kata Mujaddid.

Sementara itu, Dr. Kadri menguraikan, buku ini merupakan sebuah prestasi tersendiri bagi penulisnya. Karena tidak semua orang bisa melakukan hal yang sama. Buku ini, katanya, bisa melakukan pemotretan perjalanan setahun kepemimpinan TGH. M. Zainul Majdi MA.

Tentu, timpalnya, sebagai karya manusia, buku NTB BerSaing, tidak lepas dari kekurangan atau kelebihan. Dia menyebutkan, dari sisi cover (buku) terkesan terlalu tendensius. Cover, imbuhnya, menggambarkan isi buku, khususnya bagi orang-orang yang beraliran simbolik. Cover, katanya, sekaligus merepresntasikan kecenderungan penulisnya.

“Cover buku NTB Ber-Saing, Catatan Setahun Kepemimpinan TGH. M. Zainul Majdi MA, tidak merepresentasikan sebuah team work. Karena, TGH. M. Zainul Majdi MA, selaku Gubernur NTB, saat ini berpasangan dengan Ir. H. Badrul Munir, MM., selaku Wakil Gubernur NTB,” tandas Alumni S3 Universitas Padjajaran Bandung ini.

Lebih jauh Kadri mengatakan, dalam tradisi analisis wacana, ada realitas dan teks yang dijembatani oleh kognisi sosial (penulisnya) yang mengkonstruksi. Untuk membaca sebuah buku secara kritis maka seseorang harus melihat siapa penulisnya, pengantar penulisnya, dan sebagainya.

“Orang bagus itu tidak selalu dibesarkan oleh pujian. Tapi bisa memberikan keseimbangan pujian dengan kritik. Sehingga seorang pemimpin harus mendorong semua orang untuk memberikan kritikan, apalagi seorang pemimpin tidak lepas dari kelemahan-kelemahan,” kata Kadri. (M. Zakiy Mubarok)

2 COMMENTS

  1. cukup menarik memang dan bisa memberikan gambaran kepada saya yang sangat awam terhadap program NTB… sedangkan mengenai cover buku… kayaknya itu sudah pas banget, kalaupun orang mengartikan itu terlalu tendensius, mungkin saja itu memang yang di maui oleh penulis… dan sekali lagi dengan melihat cover buku itu pal…ing tidak bagi saya yang agak males membaca, sudah memberikan informasi bahwa Tuan Guru Bajang mau mencalonkan diri lagi untuk 2014 menjadi Gubernur dan tidak bergandengan lagi dengan Munir, sebab dalam cover tidak di munculkan munir… boleh-boleh saja kan memberikan pengertian seperti itu… itu kan hak pembaca… bukankah kalau teks sudah terlempar kepada pembaca, maka makna menjadi milik pembaca, kama qola Gadamer… makaci….

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.