Lombok Timur/L-Press

Sebanyak 450 ekor sapi, 84 mesin rajangan, 5 gedung serba guna, 207 hand tractor dan 20 sarana kesehatan, diserahkan oleh Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, kepada masyarakat di gedung serba guna Kecamatan Terara Lombok Timur, Selasa (12/6).

Hal itu sebagai tindak lanjut dari Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT) yang diserahkan oleh pemerintah pusat kepada Pemerintah Provinsi NTB selaku daerah penghasil tembakau. Tahun ini pemerintah provinsi NTB memperoleh Rp159 miliar.

Diterangkan Gubernur NTB, sebelum tahun 2009, daerah ini tidak pernah memperoleh apapun dari produksi tembakau yang dihasilkan. Karena sebelumnya, pemerintah pusat hanya mengalokasikan cukai tembakau kepada daerah-daerah yang memiliki prabrik rokok.

Menyadari ketidakadilan tersebut, Pemerintah Provinsi NTB kemudian berjuang melalui Mahkamah Konstitusi. Sebab selaku daerah penghasil maka sudah seharusnya daerah ini memperoleh dana bagi hasil dari cukai tembakau tidak hanya daerah-daerah yang memiliki pabrik rokok saja.

Perjuangan itupun membuahkan hasil. Dan dari tahun ke tahun dana bagi hasil cukai tembakau yang diserahkan pemerintah pusat kepada daerah ini semakin meningkat. “Dan tahun ini NTB memperoleh sebanyak Rp159 miliar,” kata Gubernur NTB.

Lebih jauh Gubernur menjelaskan, sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan yang mengatur tentang pembagian DBHCT diterangkan, sebanyak 40 persen diperuntukan bagi kabupaten penghasil tembakau yakni, Kabupaten Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Lombok Barat. Besaran pembagiannya disesuaikan dengan jumlah produksi masing-masing kabupaten. Karena Kabupaten Lombok Timur merupakan daerah penghasil terbesar, maka daerah ini memperoleh bagian yang lebih besar dibandingkan dua daerah lainnya.

Selanjutnya, masih menurut Gubernur NTB, 30 persen dari DBHCT dialokasikan untuk pemerintah provinsi NTB, dan sisanya dibagikan kepada kabupaten/kota non penghasil tembakau. “Nah, apa yang bapak ibu terima saat ini, mulai dari hand tractor, sapi, gedung serba guna, dan sarana kesehatan, diambil dari dana yang 30 persen yang dialokasikan pada pemerintah provinsi NTB. Untuk dana DBHCT yang ada di kabupaten (Lombok Timur, red) sepenuhnya diserahkan pengelolaannya kepada kabupaten setempat,” ucap Gubernur NTB.

Alokasi DBHCT untuk kabupaten/kota non penghasil tembakau dalam rangka menerapkan prinsip keadilan. Agar kabupaten/kota di daerah ini saling membantu. Karena itu, Gubernur NTB berpesan, agar kualitas tembakau di daerah ini terus dijaga. Sebab, peningkatan alokasi DBHCT itu tidak terlepas dari kualitas yang dimiliki tembakau di daerah ini.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur NTB mengingatkan, agar kemitraan antara petani tembakau dengan pengusaha, terus dijaga. “Petani bukan musuh pengusaha, begitupun sebaliknya. Karena itu, jagalah kejujuran masing-masing,” timpal Gubernur NTB.

(M. Zakiy Mubarok)

 

 

1 COMMENT

  1. TGB adalah pemimpin yang prorakyat, jadi yang saingi TGB sekarang semuanya niatnya bukan karna allah hanya semata-mata bersipat irihati atas kemajuan NTB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.