Bahtiar (PNS)

Sebenarnya NTB saat ini punya kasus (masalah) IPM yang berada di urutan ke 32 dari ke 33 provinsi di Indonesia. Buku ini, baru sebatas informasi yang bersifat seremonial. Tetapi pencapaiannya belum ada tergambarkan.

Dedi (Aktivis LANSKIP)

Buku ini lebih cenderung berisi program-program TGH. M. Zainul Majdi, MA. Oleh karena itu, yang ingin saya tanyakan dalam konteks NTB BerSaing itu seperti apa? Yang bisa memberikan wacana-wacana yang baru. Kapasitas penulis apakah murni sebagai pihak yang ingin melihat TGH. M. Zainul Majdi MA, dalam memimpin atau sebagai juru tulis Pemprov NTB.

Ma’shum Ahmad (Budayawan)

Semua karya hampir dapat dikatakan tidak ada yang tidak terinspirasi orang lain. Membenci dan mencintai orang itu sebaiknya sedang-sedang saja. Kekasihmu adalah orang yang menangisi kamu, bukan orang yang mentertawakan kamu.

Hamdan Kasyim (Pengurus Besar HMI)

Tidak ada referensi dalam buku ini yang tercatat mengenai kegagalan-kegagalan. Buku ini seharusnya merujuk pada barometer visi dan misi TGH. M. Zainul Majdi MA. Buku tergantung siapa yang menulis. Saya setuju kalau menulis realias dengan teks secara proposional. Artinya sisi negatif dan positif. Dalam konteks buku ini, kita harus kritis tentang perjalanan kepemimpinan TGH. M. Zainul Majdi, MA. Merekomendasikan memberikan proposionalitas.

Ma’rifatullah (Akademisi)

Dalam buku ini belum menemukan target pencapaian visi beriman. Langkah-langkah ideal apa yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi NTB untuk menuju visi dimaksud. Langkah-langkah yang dilakukan hanya bagaimana menciptkan symbol-simbol. Jangan-jangan bahasa yang muncul dalam buku ini adalah bagian dari eforia bahasa-bahasa simbolik. Yang bisa terjebak pada kekerasan simbolik. Apakah buku ini semacam pemaksaan simbolik.

Habiburrahman BEM Universitas Mataram

Buku ini memunculkan gagasan-gagasan baru dalam mengkritisi pemerintahan TGH. M. Zainul Majdi., MA. Krisis bisa dilakukan untuk memperbaiki keadaan kedepan. Karena itu perlu dibuat catatan tantangan, peluang, dan keberhasilan.

Aktivis PMKRI

Sekiranya boleh, dalam proses-proses pengkajian materi atau isi buku paling kurang pmerhati kebijakan pemerintah bisa dilibatkan secara aktif. Misalnya dalam pembuatan bulletin yang bisa dibagikan kepada semua pihak. Untuk memperkaya isi buku.
Isi buku masih global, belum mengerucut pada program yang lebih detail. Mestinya ada sinkronisasi keberhaslan dan kegagalan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.