MATARAM – Plh Gubernur NTB, Dr. Ir. H. Rosiady Sayuti, M.Sc., mengatakan, hampir di seluruh Indonesia, bahkan hampir di seluruh dunia, bandar udara internasionalnya menggunakan nama pahlawan nasional.

Karena itu, Ia memaklumi aspirasi yang mengharapkan agar nama Bandara International Lombok (BIL) atau Lombok International Airport (LIA) di Nusa Tenggara Barat diganti menjadi Zainudin Abdul Majid International Airport (ZAMIA).

Nama Almagfurullah Maulanasyaikh TGKH Zainudin Abdul Majid, selain dikenal sebagai ulama besar dari daerah ini, beliau telah memperoleh anugerah gelar Pahlawan Nasional dari Pemerintah Republik Indonesia.

Hal itu disampaikannya saat menerima Aliansi Masyarakat Bela Pahlawan Nasional NTB, Senin 17 September 2018, seusai kegiatan pelepasan Tuan Guru Bajang (TGB) Dr. HM Zainul Majdi, setelah berkhidmat sebagai Gubernur NTB selama 10 tahun di Islamic Center Nusa Tenggara Barat.

Seperti diberitakan sebelumnya, Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi, telah menerbitkan Surat Keputusan Nomor 1421 tahun 2018 terkait perubahan nama Bandar Udara Internasional Lombok di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Berdasarkan surat keputusan itu, Bandara Internasional Lombok akan berganti nama menjadi Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid.

Dalam surat keputusan itu disebutkan, bahwa dalam rangka menetapkan nama bandar udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, telah memdapatkan persetujuan dari Dewan Perwakilan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Gubernur Nusa Tenggara Barat, Majelis Adat Sasak, serta Keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 115/TK/Tahun 2017 tentang penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional.

Penetapan perubahan nama bandara itu dilakukan sejak Rabu 5 September 2019. Dalam waktu paling lama enam bulan sejak ditetapkan keputusan menteri ini, masalah administratif harus diselsaikan secara menyeluruh.

Dalam pernyataan persnya, Aliansi Masyarakat Bela Pahlawan Nasional NTB mengapresiasi keputusan Menteri Perhubungan yang telah merubah nama BIL menjadi Bandar Udara Zainudin Abdul Majid (ZAM).

Mereka juga mendesak agar nama tersebut segera diresmikan dan meminta agar surat keputusan itu tidak dirubah kembali. Jika surat keputusan tersebut ditunda pelaksanaannya, terlebih dicabut, akan menimbulkan konflik horisontal berkepanjangan di masyarakat.

Disamping itu, aliansi juga menyatakan, jika hanya nama Lombok yang dipakai di bandara tersebut, hal ini akan menimbulkan kekecewaan pada masyarakat pulau Sumbawa karena bersikap diskriminatif. Karena itu, penggantian nama BIL menjadi Bandar Udara Zainudin Abdul Majid sudah sangat tepat.

Sementara itu, Rosiady Sayuti, mengajak kepada semua pihak untuk tetap menjaga hubungan baik antara sesama warga di daerah ini terkait dengan perubahan nama bandara di maksud. []

LOMBOKPRESS | 17 SEPTEMBER 2018

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.