Mataram/L-Press

Demikian kategorisasi hasil survei/polling yang dilakukan Lembaga Riset Sosial, Politik, dan Agama (LARISPA) tanggal 10 – 15 November 2010 lalu, yang diterima redaksi lombokpress, kemarin. Sementara itu, sebanyak 9,02 persen responden menjawab kurang bangga dan 2,83 mengaku tidak bangga. Sisanya, tidak menjawab. Jumlah responden dalam survei/polling ini sebanyak 960 orang responden.

Survei/polling dilakukan di seluruh kabupaten/kota se-Nusa Tenggara Barat. Masing-masing kabupaten/kota diambil 3 (tiga) kecamatan dengan kriteria yang lokasinya dekat, menengah dan yang jauh dari pusat pemerintahan di masing-masing kabupaten/kota. Dalam penetapan jumlah kecamatan, tetap berdasarkan proporsi jumlah kecamatan di setiap kabupaten. Kemudian dari masing-masing kecamatan diambil 2 (dua) desa. Desa yang lokasinya dekat dan yang lokasinya jauh dari pusat pemerintahan kecamatan di masing-masing kecamatan kabupaten/kota.

Dalam survei/polling yang sama, responden juga diminta memberikan penilaiannya atas kinerja Pemerintah Provinsi NTB dalam dua tahun terakhir. Atas pertanyaan ini, sebanyak 74,01 persen responden menjawab memuaskan. Sedangkan 10,22 persen menjawab kurang memuaskan, dan 8,48 persen menilai kinerja pemerintah provinsi belum memuaskan. Sedangkan sisanya tidak memberikan jawaban.

Gubernur NTB juga makin dekat dengan masyarakatnya. Hal ini dapat dilihat dari jawaban responden terhadap pertanyaan, ‘apakah bapak/ibu/sdr/sdri mengetahui nama Gubernur NTB saat ini’? Berdasarkan hasil survey/polling, sebanyak 87,60 persen responden menjawab mengetahui nama Gubernur NTB. Sementara 12,40 persen mengaku tidak mengetahui.

Konsisten dengan tingkat pengetahuan terhadap nama Gubernur NTB, responden juga mengetahui sejumlah program yang diluncurkan pemerintah daerah. Seperti, program kesehatan gratis. Untuk program ini, sebesar 84,13 persen responden mengaku mengetahui, sedangkan sisanya menjawab tidak mengetahui. Begitupun dengan program beasiswa SD-SMA, sebanyak 78,26 persen responden menjawab mengetahui, sedangkan sisanya mengaku tidak mengetahui.

Namun demikian, pada beberapa program tertentu, LARISPA merekomendasikan agar aparat atau jajaran pemerintah provinsi bekerja lebih giat, terukur, dan tercapai. Program-program itu diantaranya, program persalinan gratis di Puskesmas atau Rumah Sakit Kelas 3, Program Beasiswa Mahasiswa (S1, S2, dan S3), serta Program Keaksaraan Fungsional.

Pasalnya, berdasarkan hasil survei/polling ini, jumlah responden yang mengetahui program persalinan gratis di Puskemas atau rumah sakit kelas 3 sebesar 59,30 persen. Itu artinya, hampir sama dengan responden yang belum mengetahui program ini. Begitupun dengan program keaksaraan fungsional. Jumlah responden yang mengetahui program ini sebanyak 56,85 persen. Hal ini juga mengindikasikan, bahwa responden yang tidak mengetahui hampir sama.
Bahkan terhadap program beasiswa bagi mahasiswa S1, S2, dan S3, jumlah responden yang tidak mengetahui lebih besar. Menurut survey/polling LARISPA, jumlah responden yang tidak mengetahui program ini sebesar 67,83 persen. Sisanya atau 32,17 persen mengaku mengetahui. (M. Zakiy Mubarok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.