Mataram/L-Press
Kepala Biro Umum Setda Pemprov NTB, Ir. H. Lalu Iswandi, mengungkapkan, 60 persen dari total APBD NTB dialokasikan untuk gaji pegawai, termasuk gaji anggota DPRD NTB. Itu artinya hanya 40 persen yang dipergunakan untuk pembangunan. Jika diasumsikan dari dana untuk pembangunan tersebut sebanyak 20 persennya diperuntukan bagi pendidikan, maka anggaran untuk pembangunan infrastruktur tidak seberapa jumlahnya. Karena itu, pemerintah daerah merasa berkepentingan menggandeng pihak swasta untuk menanamkan investasinya di daerah ini.
Hal itu diungkapkan Iswandi saat menggelar silaturahmi dengan sejumlah aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Mataram, Senin (28/2).
Dalam kesempatan tersebut, Iswandi, juga mengungkapkan, Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, M.A., telah berkomitmen dalam 2 hingga 3 tahun kedepan, permasalahan infrastruktur di daerah ini akan selesai. Diakuinya, dari total panjang jalan provinsi, sepanjang 60 persennya berada dalam kondisi rusak.
Terkait pembangunan Bandara Internasional Lombok (BIL), Iswandi, mengajak semua komponen masyarakat di daerah ini untuk menjaga kekompakan bersama. Kekompakan ini, menurutnya, dalam rangka menepis tudingan bahwa masyarakat di daerah ini tidak siap jika BIL beroperasi kelak.
Kepada LSM yang hadir, Iswandi, mengatakan, pihak Pemprov NTB sangat terbuka jika ada konsep-konsep pengentasan kemiskinan yang diajukan. Bahkan dirinya berjanji akan menjadi pihak terdepan untuk memfasilitasinya.
Sementara itu, sejumlah aktivis LSM yang hadir dalam kesempatan itu banyak melontarkan kritikan terhadap pembangunan yang dijalankan oleh pemerintahan di NTB saat ini. Mulai dari BSS, pembangunan Islamic Center, kemiskinan, kepastian beroperasinya BIL, hingga soal harmonisasi antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten/kota di NTB. (M. Zakiy Mubarok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.