TGB Resmikan ‘Minaret 99 Asmaul Husna’ Islamic Center

Mataram/L-Press

Salah satu sisi Kota Mataram dilihat dari Menara 99 Asma'ul Husna Islamic Center NTB

Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, meresmikan ‘Menara 99 Asmaul Husna’ di kompleks Islamic Center Provinsi Nusa Tenggara Barat, Minggu (15/12). Hadir dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, dan Ketua DPRD Provinsi NTB, H. Lalu Sujirman. Disamping itu nampak pula sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat, serta para pejabat di lingkup Pemprov NTB, seperti Asisten I Setda NTB, Ir. H. Rosiady Sayuti, M.Si.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) mengatakan, menara itu identik dengan masjid. Karena hampir semua masjid punya menara. Sebutan lain menara adalah mi’zannah atau tempat adzan dari mu’azzin.

Dahulu, kata TGB, Baginda Rasulullah Saw. memerintahkan Bilal untuk adzan di tempat yang paling tinggi. Hal itu agar adzan yang dikumandangkan Bilal didengar oleh seluruh penduduk Madinah. Maka menara itu sendiri adalah alat untuk syi’ar Islam yang membawa pesan rahmattan lillalamin. Islam yang membawa kedamaian tidak hanya bagi orang muslim saja, tetapi kepada seluruh manusia, bahkan seluruh mahluk hidup.

‘Minaret 99 Asmaul Husna’ dibangun setinggi 114 meter untuk menggambarkan jumlah surah dalam Al Qur’an. Dengan titik observasi 99 meter untuk menunjukan jumlah nama-nama terbaik dari Allah Swt.

Tentu simbol-simbol itu bukan tanpa makna, kata TGB. Angka 114 jumlah surah Al Qur’an itu menunjukkan betapa banyaknya bahan-bahan yang diberikan oleh Allah Swt. untuk dipelajari dalam Al Qur’an. Dan 99 nama yang paling mulia dari Allah Swt. juga menunjukkan bahwa keagungan dan kemuliaan Allah Swt. itu tidak hanya untuk dzat-Nya, tetapi juga bisa kita pelajari dan diteladani sebagai manusia. Khususnya di dalam menjalankan fungsi manusia sebagai khalifah Allah Swt. di muka bumi ini.

Sementara itu, dalam pengantarnya, Kepala Bappeda NTB, Chairul Mahsul, mengatakan, mimpi masyarakat NTB untuk menghadirkan Islamic Center sebagai penanda landmark atau icon NTB  sebagai daerah yang religius sesungguhnya sudah ada sejak tahun 1990-an.

Namun secara sungguh-sungguh baru mewujud nyata hampir 20 tahun kemudian, yaitu 2010. Sejak tahun itulah seluruh energi dan stamina dengan konsisten dilakukan. Kawasan IC insya Alloh diperkirakan akan selesai 2015 dengan pembiayaan yang bersumber dari dana APBD, sumbangan para pengusaha, Korpri, masyarakat luas dan donasi dari negara-negara sahabat.

Kawasan IC merupakan bangunan terintegrasi seluas 7,5 ha yang di dalamnya terdapat beragam fasilitas yang keseluruhannya bernuansa Islami. Seperti bangunan masjid utama yang mampu menampung 10 ribu jamaah yang dihiasi 5 minaret dimana empat minaret setinggi 66 meter dan 1 minaret setinggi 99 meter.

Selain itu, di kawasan IC juga terdapat gedung pertemuan, pusat kajian Islam, serta perpustakaan dan museum Islam, sekolah model Islam yang terpadu dari TK hingga SLTA. Serta kawasan bisnis berkonsep syariah seperti hotel, restaurant, kolam renang dan faslitas rekereasi lainnya.

Hal itu tentu saja sangat linear dengan ditetapkannya NTB pada tahun ini sebagai daerah destinasi pariwisata syariah di Indoensia oleh Menpekeraf RI.

Salah satu bagian penting dari bagian IC adalah ‘Minaret 99 Asmaul Husna’ 99 yang mulai dibangun 2012 dan dikerjakan oleh kontraktor PT Wijaya Karya (Persero) dengan nilai kontrak Rp31,5 miliar lebih. Sepenuhnya bersumber dari dana PT Newmont Nusa Tenggara (NNT). Minaret ini terdiri dari 16 lantai.

Dengan selesai dan diresmikannya minaret ini, selain menumbuhkan kesadaran baru, juga menjawab rasa penasaran masyarakat untuk menikmati panorama sekeliling Kota Mataram, siang maupun malam, dari titik paling tinggi di Kota Mataram. – M. Zakiy Mubarok

 

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE